Showing posts with label Motivasi. Show all posts
Showing posts with label Motivasi. Show all posts

Monday, November 4, 2013

Selamat Tahun Baru Islam 1435 Hijriah - Happy Islamic New Year 1435 Hijriah

Tidak terasa kita sudah berada di ujung bulan Zulhijjah, berarti setelah terbenam matahari hari ini kita sudah memasuki 1 Muharram 1435 Hijriah atau Tahun baru Islam 1435 Hijriah.

Mungkin banyak hal yang terlewati begitu saja di tahun yang lalu, banyak target yang tidak tercapai atau bisa jadi banyak hal yang tidak bisa kita capai karena kita tidak fokus atau kurang kerja keras atau bisa jadi malas. 



Tahun baru islam 1435 Hijriah momentun yang tepat untuk memperbaiki segala sesuatu yang selama ini belum optimal, kualitas ibadah, bisnis, kerja dan sebagainya. 

dengan harapan, selama setahun ke depan semoga Allah senantiasa memberi kita kemudahan untuk selalu memperbaki diri dan memberi kita kemudahan untuk mencapai target-target besar dalam hidup kita. Amin.

Saya teringat beberapa  kata yang pernah saya jumpai di sebuah farum favorit saya, Semoga dapat menginspirasi kawan-kawan untuk selalu berusaha menjadi the best of the best.
Melancarkan rejeki orang lain. Sama Hal nya dengan melancarkan rejeki diri sendiri
Tak peduli seberapa hebat saingan. Selalu ingat, kalau rejeki gak bisa dibajak, diedit, di rewrite, di copas, atau di banned.
Saya Datang bukan untuk menjadi pemenang, Tapi saya datang untuk mengalahkan Pemenang

Semoga kata-kata di atas dapat menginspirasi kawan-kawan.

di akhir coretan ini saya ingin mengucapkan SELAMAT TAHUN BARU ISLAM  (1 Muharram 1435 Hijrian), Semoga Allah memberikan kita kemudahan dan umur yang berkah.

Friday, April 6, 2012

Zona Nyaman (comfort zone) Teman atau Lawan?

Hai .
Sesuatu yg kita inginkan, impikan, belum tentu adalah sesuatu yg baik bagi diri kita, loh kok bisa?
Semua orang bekerja dan berusaha, pastinya untuk mencapai suatu level kenyamanan yang diinginkan, benar? Tapi sayang nya, ketika
zona nyaman yang diinginkan itu tercapai, mereka stuck di situ, terlalu merasa nyaman, sampai tidak menyadari kalau sebenarnya, dia
berhak dan bisa merasakan zona nyaman yang lebih besar lagi.

Bukan maksudnya rakus ya, tapi gini, ketika zona nyaman itu sudah
dirasakan, biasanya kita jadi merasa tidak perlu untuk belajar
lagi, tidak perlu untuk mencari tahu lebih banyak lagi, padahal...
siapa tau kan sebenarnya diri kita bisa menjadi yang lebih baik
dengan mau belajar lagi ? Siapa tau sebenernya banyak kesempatan
bagus di luar sana yang menunggu kita?

Berada di zona nyaman yg sama terlalu lama bikin kita jadi ga bisa
bereaksi positif jika terjadi perubahan, dan juga bisa bikin kita
jadi ga bersemangat, merasa bosan, jenuh, karena tidak ada
tantangan. Kalau udah gini, gampang bad mood, efek jeleknya
merembet kemana2 deh tuh.

Contoh nyatanya gini, sejak saya bisa menghasilkan uang via
internet, saya merasa nyaman sekali bekerja di rumah, ya siapa yg
ga mau sih, bisa tetep di rumah, deket sama anak2, penghasilan
tetap ada.

Bertahun2 saya terlena di zona nyaman tersebut, saya terlalu merasa
puas dengan apa yang saya hasilkan saat itu, yang mostly... berupa
materi.

Tapi ya, hidup ini kan tidak melulu masalah materi kan ya?

Sampai suatu saat di tahun 2009, saya memaksa diri untuk keluar
dari zona nyaman (comfort zone) saya. Waktu itu sih yang bikin saya
memaksa diri mencoba adalah karena saya tau kalau saya bisa
meningkatkan kualitas diri saya dengan memberikan training offline.

Dengan berat hati, dengan sedikit terpaksa, saya mulai berkegiatan
offline tuh, ngajar secara offline, ga sering2 sih, 3 bulan sekali
aja udah bagus deh tuh.... Awalnya emang rasanya ga comfortable
banget, melakukan sesuatu yg baru, yg sebenernya ngga saya
inginkan, saya hanya ingin, untuk menjadi lebih baik lagi, baik
bagi saya, keluarga, maupun orang lain.

Dan ternyata, yang awalnya saya tidak mengejar apa2, dengan keluar
dari zona nyaman saya (kegiatan hanya online), saya bisa merasakan
kepuasan dan bahagia yang lebih banyak lagi.

Saya jadi merasa hidup saya lebih berharga, itu yang terpenting kan?
Secara tidak langsung, rasa senang itu memberikan efek positif ke
mana2...

Katanya sih, kalau kita mau mencapai sesuatu yg luar biasa di hidup
ini, musti berani belajar keluar dari zona nyaman kehidupan, di
level apa pun itu..

Musti selalu mencoba memberikan yg lebih baik, menyebarkan hal2 yg
lebih baik, dan tentunya, menjadi lebih baik.

Biasanya, yg bikin susah keluar dari zona nyaman itu adalah rasa
takut, terutama, takut gagal... tapi ya gimana kita mau tau hasilnya
kalau ngga nyoba? Terus juga, tekanan dari lingkungan, yang sering
kali menahan diri kita untuk maju.

Buat teman2 yang mungkin belum pernah mikirin soal comfort zone
ini, misalnya, udah puas dengan gaji bulanan dari kantor, udah enak
dengan ngurus anak2 dan suami, atau mungkin sudah senang dengan
satu bisnis yang sukses, coba deh pikir2 lagi, apakah kemampuan
diri sudah mentok di situ? atau bisa dikembangkan lagi?

Jadi? Comfort Zone itu teman atau lawan? Sesuatu yg di inginkan
semua orang, namun dapat menahan kita menjadi manusia yg lebih baik?

"Get out of your comfort zone, that's where the opportunities are"

sumber : DiniShanti.com

Tuesday, March 27, 2012

Menjadi Pribadi Menarik dan Menyenangkan

Semua orang ingin disebut menarik, menjadi pusat perhatian, terkenal dan dikagumi banyak orang. Menjadi menarik dan menyenangkan merupakan obsesi kebanyakan orang. Menarik dan menyenangkan mencakup aspek fisik (lahiriah) dan non-fisik (meliputi: emosional, personalitas dan integritas pribadi). 

Banyak orang yang cantik, tampan, pandai dan kaya namun belum dapat dikategorikan sebagai orang-orang yang menarik dan menyenangkan dikarenakan adanya sesuatu yang kurang dalam diri mereka. 

Orang yang menarik dan menyenangkan membuat orang suka padanya dan selalu ingin dekat dan ingin melihatnya serta ingin berinteraksi dengannya. Orang yang memiliki daya tarik dan menyenangkan ibarat memiliki kekayaan yang tak ternilai harganya. 

Berbeda dengan kecantikan dan kepintaran yang pada hakekatnya merupakan  sesuatu  yang  diberikan  oleh  Tuhan (given),   menarik dan menyenangkan merupakan sesuatu yang dapat dipelajari dan distimulasikan dalam setiap aktifitas kehidupan kita sehari-hari (daily activity).

Untuk itu ada beberapa Kiat yang perlu diikuti dan dilakukan bila Kita ingin memiliki Kepribadian Yang Menarik dan Menyenangkan. 


  • SOPAN SANTUN (POLITENESS)
Selalu sopan dan baik terhadap orang lain menyebabkan kita menjadi menarik dan menyenangkan bagi orang lain tersebut. Bila bertemu dengan siapapun kita hendaknya "hangat" dan ramah kepadanya. Tegur sapa yang manis dan hangat, seperti : Halo...apa khabar, Selamat Pagi..., Selamat Siang..., dsb harus selalu kita ucapkan lengkap dengan ekspresi wajah dan bahasa tubuh yang tulus yang mencerminkan dan mewakili itu semua. 

Pada orang yang baru pertama kali kita kenal sebaiknya kita ucapkan : "Saya senang sekali bertemu dengan Anda..., Kapan-kapan kita bincang-bincang lagi..., dsb, dsb. 

Orang-orang yang ingin tampil menarik, menyenangkan dan diperhatikan orang adalah orang-orang tidak akan pernah menyakitkan dan melukai hati dan perasaan orang lain. Bila hati orang sudah terluka maka akan sulit sekali untuk dapat sembuh dalam waktu yang singkat malah mungkin sekali sakit hatinya berubah menjadi api dendam yang membara yang sewaktu-waktu dapat meledak bagaikan bom neutron yang dahsyat. 

  • KERAMAH-TAMAHAN (HOSPITALITY)  
Prinsip "SENTUHLAH HATINYA", haruslah DIPEGANG dan DIFAHAMI BETUL guna menimbulkan KESAN MENARIK dan MENYENANGKAN pada diri kita.
BEBERAPA HAL yang PERLU DIPRAKTEKKAN sehubungan dengan Sopan Santun dan Keramah-tamahan : 

Sambutlah Tegur Sapa Orang-orang : "Tiada hal yang senyaman kata-kata sambutan yang diberikan oleh orang lain dengan nada yang tulus dan riang".
Senyumlah Kepada Orang-orang : "Ada 72 otot yang diperlukan untuk mengerutkan dahi, namun hanya dibutuhkan 14 buah otot untuk tersenyum".
Panggillah Orang dengan Menyebut Namanya : "Musik yang paling merdu dan syahdu di telinga siapapun adalah bunyi namanya sendiri...".
Bersikaplah Bersahabat : "Bila anda ingin bersahabat, bersikaplah bersahabat..."


  •  THE VALUES OF SMILE :
  • It costs nothing but create much.
  • It enriches those who receive without impoverishing those who give.
  • It happens in a flash but the memory of it sometimes lasts forever.
  • None are so rich that they can along without it, and none are so poor but are richer for smile.
  • It create happiness at home, foster goodwill in a business and is the countersign of friends.
  • Yet it can not be bought, begged, borrowed or stolen, for it is something that is no earthly good to anybody till it is given away !
  • And if it ever happens that some people should be too tired to give you a smile, why not leave one of yours ?
  • For nobody needs a smile so much as those who have none left to give.
  • RASA HORMAT (RESPECTFUlL)      
Kalau kita memperlakukan orang lain sebagaimana kita ingin diperlakuakn mungkin akan menimbulkan Ketegangan, sebab orang lain mungkin tidak menyukai cara-cara kita tersebut. Sebaliknya, kalau kita memperlakukan orang lain dengan cara sebagaimana mereka ingin diperlakukan maka hakekatnya kita telah menangkap inti dari fleksibiltas diri kita yang sebenarnya. 

Menghormati orang lain, berarti belajar memperlakukan orang lain secara berbeda menurut kadar kebutuhan dan kepercayaan mereka bukannya menurut kadar kebutuhan dan kepercayaan diri kita sendiri. Hal ini bisa mengarah kepada pengertian Moral dan penerimaan diantara individu-individu dan kelompok-kelompok. Hal ini juga menunjukkan INTEGRITAS PRIBADI seseorang. 

Rasa hormat kepada orang lain, mungkin lebih mudah dipahami sebagai: "usaha mencari kepentingan umum yang dibagi bersama dan kemudian dikerjakan bersama-sama untuk mencapai hasil yang menang-menang (win-win)". 


  • PENUH PERHATIAN (ATTENTIVE)

Sikap penuh perhatian berarti menyadari "apa saja yang sedang berlangsung di lingkungan kita". Sikap penuh perhatian berhubungan dengan kemampuan membaca situasi yang tersirat (implicit). Ini bisa dimulai dari sesederhana memperhatikan  ketika  seseorang merasa bosan dan merasakan bahwa sekarang bukan saatnya untuk menyampaikan gagasan-gagasan kita.
Bersikap penuh perhatian berarti mengosongkan diri dari pemikiran-pemikiran diri kita sendiri secara subyektif (mampu melihat dari kaca mata orang lain) dan membuka wawasan dan pikiran untuk mau melihat segala hal di luar diri kita. 

Orang yang penuh perhatian juga tahu kapan ia harus bertindak dan kapan ia tidak boleh bertindak. Orang yang tergolong penuh perhatian akan bermain dalam hal : kecenderungan, pola-pola, variasi dan kesempatan. Orang yang penuh perhatian akan memiliki sikap terbuka baik terhadap informasi yang masuk, gagasan ataupun saran-saran dari orang lain. 

sumber : hardhismart-consulting.co.cc

Thursday, March 15, 2012

Masih ada yang lebih kekurangan dari kita,ini bukan pilihan tapi ini takdir untuk bisa mnjalani hidup dengan penuh syukur :D

Masih ada yg lebih kekurangan dr kita,ini bukan pilihan tp ini takdir untuk bsa mnjalani hidup dngan penuh syukur :D















Semoga anda lebih termotivasi untuk melakukan yang tebaik.

Tuesday, March 13, 2012

Saya bukannya lebih pintar, hanya saja saya sudah memulainya lebih dahulu

“Saya bukannya lebih pintar, hanya saja saya sudah memulainya lebih dahulu…”

Saturday, February 18, 2012

semangat untuk lebih baik

Tadzha,
Kata 'belajar' rasanya identik dengan sekolahan ya?
Padahal.. kita bisa belajar dari mana saja, dimana saja, kapan saja.

Walau saya sudah tidak 'muda' lagi..
Tapi saya pun tidak pernah berhenti belajar..

Bukan hanya dalam hal pekerjaan, tapi juga dalam hal kehidupan..

Rasa ingin tahu yang besar, rasa ingin menjadi lebih baik,
mendorong kita untuk terus belajar..

Saya sering kali bilang ini pada teman-teman saya:
You learn something new everyday...

Yup, setiap harinya, pasti ada hal baru, sekecil apa pun..
yang kita pelajari...

Ketika saya bercita-cita untuk dapat bekerja dari rumah
melalui internet tapi saya tidak punya keahlian komputer / internet,
maka saya belajar..

Bukannya saya memendam impian saya..
Tapi saya belajar, agar saya dapat menggapai impian saya tersebut.

Saya mencoba meningkatkan kualitas diri saya, agar saya lebih dekat
pada mimpi saya..

Saat ini pun masih ada mimpi2 saya yang belum tercapai..
Jadi saya terus berusaha memperkaya diri saya agar saya
bisa mencapai impian2 saya..

Saya belajar dari banyak orang, dari banyak hal..
Bahkan dari anak saya sekalipun..

Satu hal yang mungkin agak lucu,
saya kan lulusan S1 elektro ya,
tapi jangan ditanya deh soal elektro..
karena hampir sama sekali ga ada yang saya ingat..

Terus kalau bapak saya protes: jadi kamu belajar apa di kuliah?
Saya bilang: Saya belajar, bagaimana cara belajar yang
baik dan benar!

Dan ternyata, memang itu yang menjadi ilmu paling berharga yang
pernah saya pelajari..

Motivasi Semangat Perubahan

Tadzha,
Hidup ini penuh dengan pilihan..
Masak rendang atau opor ayam?
Jalan-jalan ke kebun binatang atau ke mall?

Bagaimana Tadzha menentukan pilihan ketika Tadzha
dihadapkan pada pilihan yang sulit?

Pasti awalnya akan menimbang, mana yang lebih penting?
mana yang lebih baik?

Tapi bagaimana jika kedua pilihan sama pentingnya dan sama baiknya?

Kalau saya, maka saya akan memilih pilihan yang dapat
saya pertanggung jawabkan...

Yang penting untuk saya ingat adalah:
Saya tidak bisa membuat semua orang senang dalam waktu bersamaan!

Apapun pilihan saya, pasti ada yang senang ada yang sebel,
ada yang suka, ada yang tidak suka... ada yang menerima, ada yang
menolak..

Saya pun harus tetap menjaga 'hati' saya..
Tidak semua kritikan, cemooh, bisa saya terima..

Tapi jika saya memiliki alasan yang tepat dan bisa saya
pertanggungjawabkan.. saya bisa menjaga 'hati' saya dari input-input
negatif tersebut..

Tentunya, saya juga lebih fokus pada input-input positif yang saya
terima.. tanpa melupakan yang negatif..

Karena ya Tadzha,
Input negatif atau kritikan juga bisa membuat diri kita menjadi
lebih baik kan...

Tapi tetap..
1. Kita tidak bisa membuat semua orang senang
2. Kita tidak perlu berusaha membuat semua orang senang
3. Penolakan tidak akan menghancurkan hidup kita

dari sang motivator.