Showing posts with label Motivasi. Show all posts
Showing posts with label Motivasi. Show all posts

Monday, November 4, 2013

Selamat Tahun Baru Islam 1435 Hijriah - Happy Islamic New Year 1435 Hijriah

Tidak terasa kita sudah berada di ujung bulan Zulhijjah, berarti setelah terbenam matahari hari ini kita sudah memasuki 1 Muharram 1435 Hijriah atau Tahun baru Islam 1435 Hijriah.

Mungkin banyak hal yang terlewati begitu saja di tahun yang lalu, banyak target yang tidak tercapai atau bisa jadi banyak hal yang tidak bisa kita capai karena kita tidak fokus atau kurang kerja keras atau bisa jadi malas. 



Tahun baru islam 1435 Hijriah momentun yang tepat untuk memperbaiki segala sesuatu yang selama ini belum optimal, kualitas ibadah, bisnis, kerja dan sebagainya. 

dengan harapan, selama setahun ke depan semoga Allah senantiasa memberi kita kemudahan untuk selalu memperbaki diri dan memberi kita kemudahan untuk mencapai target-target besar dalam hidup kita. Amin.

Saya teringat beberapa  kata yang pernah saya jumpai di sebuah farum favorit saya, Semoga dapat menginspirasi kawan-kawan untuk selalu berusaha menjadi the best of the best.
Melancarkan rejeki orang lain. Sama Hal nya dengan melancarkan rejeki diri sendiri
Tak peduli seberapa hebat saingan. Selalu ingat, kalau rejeki gak bisa dibajak, diedit, di rewrite, di copas, atau di banned.
Saya Datang bukan untuk menjadi pemenang, Tapi saya datang untuk mengalahkan Pemenang

Semoga kata-kata di atas dapat menginspirasi kawan-kawan.

di akhir coretan ini saya ingin mengucapkan SELAMAT TAHUN BARU ISLAM  (1 Muharram 1435 Hijrian), Semoga Allah memberikan kita kemudahan dan umur yang berkah.

Friday, April 6, 2012

Zona Nyaman (comfort zone) Teman atau Lawan?

Hai .
Sesuatu yg kita inginkan, impikan, belum tentu adalah sesuatu yg baik bagi diri kita, loh kok bisa?
Semua orang bekerja dan berusaha, pastinya untuk mencapai suatu level kenyamanan yang diinginkan, benar? Tapi sayang nya, ketika
zona nyaman yang diinginkan itu tercapai, mereka stuck di situ, terlalu merasa nyaman, sampai tidak menyadari kalau sebenarnya, dia
berhak dan bisa merasakan zona nyaman yang lebih besar lagi.

Bukan maksudnya rakus ya, tapi gini, ketika zona nyaman itu sudah
dirasakan, biasanya kita jadi merasa tidak perlu untuk belajar
lagi, tidak perlu untuk mencari tahu lebih banyak lagi, padahal...
siapa tau kan sebenarnya diri kita bisa menjadi yang lebih baik
dengan mau belajar lagi ? Siapa tau sebenernya banyak kesempatan
bagus di luar sana yang menunggu kita?

Berada di zona nyaman yg sama terlalu lama bikin kita jadi ga bisa
bereaksi positif jika terjadi perubahan, dan juga bisa bikin kita
jadi ga bersemangat, merasa bosan, jenuh, karena tidak ada
tantangan. Kalau udah gini, gampang bad mood, efek jeleknya
merembet kemana2 deh tuh.

Contoh nyatanya gini, sejak saya bisa menghasilkan uang via
internet, saya merasa nyaman sekali bekerja di rumah, ya siapa yg
ga mau sih, bisa tetep di rumah, deket sama anak2, penghasilan
tetap ada.

Bertahun2 saya terlena di zona nyaman tersebut, saya terlalu merasa
puas dengan apa yang saya hasilkan saat itu, yang mostly... berupa
materi.

Tapi ya, hidup ini kan tidak melulu masalah materi kan ya?

Sampai suatu saat di tahun 2009, saya memaksa diri untuk keluar
dari zona nyaman (comfort zone) saya. Waktu itu sih yang bikin saya
memaksa diri mencoba adalah karena saya tau kalau saya bisa
meningkatkan kualitas diri saya dengan memberikan training offline.

Dengan berat hati, dengan sedikit terpaksa, saya mulai berkegiatan
offline tuh, ngajar secara offline, ga sering2 sih, 3 bulan sekali
aja udah bagus deh tuh.... Awalnya emang rasanya ga comfortable
banget, melakukan sesuatu yg baru, yg sebenernya ngga saya
inginkan, saya hanya ingin, untuk menjadi lebih baik lagi, baik
bagi saya, keluarga, maupun orang lain.

Dan ternyata, yang awalnya saya tidak mengejar apa2, dengan keluar
dari zona nyaman saya (kegiatan hanya online), saya bisa merasakan
kepuasan dan bahagia yang lebih banyak lagi.

Saya jadi merasa hidup saya lebih berharga, itu yang terpenting kan?
Secara tidak langsung, rasa senang itu memberikan efek positif ke
mana2...

Katanya sih, kalau kita mau mencapai sesuatu yg luar biasa di hidup
ini, musti berani belajar keluar dari zona nyaman kehidupan, di
level apa pun itu..

Musti selalu mencoba memberikan yg lebih baik, menyebarkan hal2 yg
lebih baik, dan tentunya, menjadi lebih baik.

Biasanya, yg bikin susah keluar dari zona nyaman itu adalah rasa
takut, terutama, takut gagal... tapi ya gimana kita mau tau hasilnya
kalau ngga nyoba? Terus juga, tekanan dari lingkungan, yang sering
kali menahan diri kita untuk maju.

Buat teman2 yang mungkin belum pernah mikirin soal comfort zone
ini, misalnya, udah puas dengan gaji bulanan dari kantor, udah enak
dengan ngurus anak2 dan suami, atau mungkin sudah senang dengan
satu bisnis yang sukses, coba deh pikir2 lagi, apakah kemampuan
diri sudah mentok di situ? atau bisa dikembangkan lagi?

Jadi? Comfort Zone itu teman atau lawan? Sesuatu yg di inginkan
semua orang, namun dapat menahan kita menjadi manusia yg lebih baik?

"Get out of your comfort zone, that's where the opportunities are"

sumber : DiniShanti.com

Tuesday, March 27, 2012

Menjadi Pribadi Menarik dan Menyenangkan

Semua orang ingin disebut menarik, menjadi pusat perhatian, terkenal dan dikagumi banyak orang. Menjadi menarik dan menyenangkan merupakan obsesi kebanyakan orang. Menarik dan menyenangkan mencakup aspek fisik (lahiriah) dan non-fisik (meliputi: emosional, personalitas dan integritas pribadi). 

Banyak orang yang cantik, tampan, pandai dan kaya namun belum dapat dikategorikan sebagai orang-orang yang menarik dan menyenangkan dikarenakan adanya sesuatu yang kurang dalam diri mereka. 

Orang yang menarik dan menyenangkan membuat orang suka padanya dan selalu ingin dekat dan ingin melihatnya serta ingin berinteraksi dengannya. Orang yang memiliki daya tarik dan menyenangkan ibarat memiliki kekayaan yang tak ternilai harganya. 

Berbeda dengan kecantikan dan kepintaran yang pada hakekatnya merupakan  sesuatu  yang  diberikan  oleh  Tuhan (given),   menarik dan menyenangkan merupakan sesuatu yang dapat dipelajari dan distimulasikan dalam setiap aktifitas kehidupan kita sehari-hari (daily activity).

Untuk itu ada beberapa Kiat yang perlu diikuti dan dilakukan bila Kita ingin memiliki Kepribadian Yang Menarik dan Menyenangkan. 


  • SOPAN SANTUN (POLITENESS)
Selalu sopan dan baik terhadap orang lain menyebabkan kita menjadi menarik dan menyenangkan bagi orang lain tersebut. Bila bertemu dengan siapapun kita hendaknya "hangat" dan ramah kepadanya. Tegur sapa yang manis dan hangat, seperti : Halo...apa khabar, Selamat Pagi..., Selamat Siang..., dsb harus selalu kita ucapkan lengkap dengan ekspresi wajah dan bahasa tubuh yang tulus yang mencerminkan dan mewakili itu semua. 

Pada orang yang baru pertama kali kita kenal sebaiknya kita ucapkan : "Saya senang sekali bertemu dengan Anda..., Kapan-kapan kita bincang-bincang lagi..., dsb, dsb. 

Orang-orang yang ingin tampil menarik, menyenangkan dan diperhatikan orang adalah orang-orang tidak akan pernah menyakitkan dan melukai hati dan perasaan orang lain. Bila hati orang sudah terluka maka akan sulit sekali untuk dapat sembuh dalam waktu yang singkat malah mungkin sekali sakit hatinya berubah menjadi api dendam yang membara yang sewaktu-waktu dapat meledak bagaikan bom neutron yang dahsyat. 

  • KERAMAH-TAMAHAN (HOSPITALITY)  
Prinsip "SENTUHLAH HATINYA", haruslah DIPEGANG dan DIFAHAMI BETUL guna menimbulkan KESAN MENARIK dan MENYENANGKAN pada diri kita.
BEBERAPA HAL yang PERLU DIPRAKTEKKAN sehubungan dengan Sopan Santun dan Keramah-tamahan : 

Sambutlah Tegur Sapa Orang-orang : "Tiada hal yang senyaman kata-kata sambutan yang diberikan oleh orang lain dengan nada yang tulus dan riang".
Senyumlah Kepada Orang-orang : "Ada 72 otot yang diperlukan untuk mengerutkan dahi, namun hanya dibutuhkan 14 buah otot untuk tersenyum".
Panggillah Orang dengan Menyebut Namanya : "Musik yang paling merdu dan syahdu di telinga siapapun adalah bunyi namanya sendiri...".
Bersikaplah Bersahabat : "Bila anda ingin bersahabat, bersikaplah bersahabat..."


  •  THE VALUES OF SMILE :
  • It costs nothing but create much.
  • It enriches those who receive without impoverishing those who give.
  • It happens in a flash but the memory of it sometimes lasts forever.
  • None are so rich that they can along without it, and none are so poor but are richer for smile.
  • It create happiness at home, foster goodwill in a business and is the countersign of friends.
  • Yet it can not be bought, begged, borrowed or stolen, for it is something that is no earthly good to anybody till it is given away !
  • And if it ever happens that some people should be too tired to give you a smile, why not leave one of yours ?
  • For nobody needs a smile so much as those who have none left to give.
  • RASA HORMAT (RESPECTFUlL)      
Kalau kita memperlakukan orang lain sebagaimana kita ingin diperlakuakn mungkin akan menimbulkan Ketegangan, sebab orang lain mungkin tidak menyukai cara-cara kita tersebut. Sebaliknya, kalau kita memperlakukan orang lain dengan cara sebagaimana mereka ingin diperlakukan maka hakekatnya kita telah menangkap inti dari fleksibiltas diri kita yang sebenarnya. 

Menghormati orang lain, berarti belajar memperlakukan orang lain secara berbeda menurut kadar kebutuhan dan kepercayaan mereka bukannya menurut kadar kebutuhan dan kepercayaan diri kita sendiri. Hal ini bisa mengarah kepada pengertian Moral dan penerimaan diantara individu-individu dan kelompok-kelompok. Hal ini juga menunjukkan INTEGRITAS PRIBADI seseorang. 

Rasa hormat kepada orang lain, mungkin lebih mudah dipahami sebagai: "usaha mencari kepentingan umum yang dibagi bersama dan kemudian dikerjakan bersama-sama untuk mencapai hasil yang menang-menang (win-win)". 


  • PENUH PERHATIAN (ATTENTIVE)

Sikap penuh perhatian berarti menyadari "apa saja yang sedang berlangsung di lingkungan kita". Sikap penuh perhatian berhubungan dengan kemampuan membaca situasi yang tersirat (implicit). Ini bisa dimulai dari sesederhana memperhatikan  ketika  seseorang merasa bosan dan merasakan bahwa sekarang bukan saatnya untuk menyampaikan gagasan-gagasan kita.
Bersikap penuh perhatian berarti mengosongkan diri dari pemikiran-pemikiran diri kita sendiri secara subyektif (mampu melihat dari kaca mata orang lain) dan membuka wawasan dan pikiran untuk mau melihat segala hal di luar diri kita. 

Orang yang penuh perhatian juga tahu kapan ia harus bertindak dan kapan ia tidak boleh bertindak. Orang yang tergolong penuh perhatian akan bermain dalam hal : kecenderungan, pola-pola, variasi dan kesempatan. Orang yang penuh perhatian akan memiliki sikap terbuka baik terhadap informasi yang masuk, gagasan ataupun saran-saran dari orang lain. 

sumber : hardhismart-consulting.co.cc

Thursday, March 15, 2012

Masih ada yang lebih kekurangan dari kita,ini bukan pilihan tapi ini takdir untuk bisa mnjalani hidup dengan penuh syukur :D

Masih ada yg lebih kekurangan dr kita,ini bukan pilihan tp ini takdir untuk bsa mnjalani hidup dngan penuh syukur :D















Semoga anda lebih termotivasi untuk melakukan yang tebaik.

Tuesday, March 13, 2012

Saya bukannya lebih pintar, hanya saja saya sudah memulainya lebih dahulu

“Saya bukannya lebih pintar, hanya saja saya sudah memulainya lebih dahulu…”

Saturday, February 18, 2012

semangat untuk lebih baik

Tadzha,
Kata 'belajar' rasanya identik dengan sekolahan ya?
Padahal.. kita bisa belajar dari mana saja, dimana saja, kapan saja.

Walau saya sudah tidak 'muda' lagi..
Tapi saya pun tidak pernah berhenti belajar..

Bukan hanya dalam hal pekerjaan, tapi juga dalam hal kehidupan..

Rasa ingin tahu yang besar, rasa ingin menjadi lebih baik,
mendorong kita untuk terus belajar..

Saya sering kali bilang ini pada teman-teman saya:
You learn something new everyday...

Yup, setiap harinya, pasti ada hal baru, sekecil apa pun..
yang kita pelajari...

Ketika saya bercita-cita untuk dapat bekerja dari rumah
melalui internet tapi saya tidak punya keahlian komputer / internet,
maka saya belajar..

Bukannya saya memendam impian saya..
Tapi saya belajar, agar saya dapat menggapai impian saya tersebut.

Saya mencoba meningkatkan kualitas diri saya, agar saya lebih dekat
pada mimpi saya..

Saat ini pun masih ada mimpi2 saya yang belum tercapai..
Jadi saya terus berusaha memperkaya diri saya agar saya
bisa mencapai impian2 saya..

Saya belajar dari banyak orang, dari banyak hal..
Bahkan dari anak saya sekalipun..

Satu hal yang mungkin agak lucu,
saya kan lulusan S1 elektro ya,
tapi jangan ditanya deh soal elektro..
karena hampir sama sekali ga ada yang saya ingat..

Terus kalau bapak saya protes: jadi kamu belajar apa di kuliah?
Saya bilang: Saya belajar, bagaimana cara belajar yang
baik dan benar!

Dan ternyata, memang itu yang menjadi ilmu paling berharga yang
pernah saya pelajari..

Motivasi Semangat Perubahan

Tadzha,
Hidup ini penuh dengan pilihan..
Masak rendang atau opor ayam?
Jalan-jalan ke kebun binatang atau ke mall?

Bagaimana Tadzha menentukan pilihan ketika Tadzha
dihadapkan pada pilihan yang sulit?

Pasti awalnya akan menimbang, mana yang lebih penting?
mana yang lebih baik?

Tapi bagaimana jika kedua pilihan sama pentingnya dan sama baiknya?

Kalau saya, maka saya akan memilih pilihan yang dapat
saya pertanggung jawabkan...

Yang penting untuk saya ingat adalah:
Saya tidak bisa membuat semua orang senang dalam waktu bersamaan!

Apapun pilihan saya, pasti ada yang senang ada yang sebel,
ada yang suka, ada yang tidak suka... ada yang menerima, ada yang
menolak..

Saya pun harus tetap menjaga 'hati' saya..
Tidak semua kritikan, cemooh, bisa saya terima..

Tapi jika saya memiliki alasan yang tepat dan bisa saya
pertanggungjawabkan.. saya bisa menjaga 'hati' saya dari input-input
negatif tersebut..

Tentunya, saya juga lebih fokus pada input-input positif yang saya
terima.. tanpa melupakan yang negatif..

Karena ya Tadzha,
Input negatif atau kritikan juga bisa membuat diri kita menjadi
lebih baik kan...

Tapi tetap..
1. Kita tidak bisa membuat semua orang senang
2. Kita tidak perlu berusaha membuat semua orang senang
3. Penolakan tidak akan menghancurkan hidup kita

dari sang motivator.

Saturday, June 5, 2010

SAHABAT (Satu Kata beribu Makna )

Sahabat Adalah Seseorang yang menyukaimu, Seseorang dengan siapa kau dapat menjadi diri sendiri, Seseorang yang menghargai kebaikan-kebaikanmu, tidak berkeberatan dengan kekuranganmu, dan melihat kelebihan-kelebihan dalam dirimu. Dengan seorang Sahabat, kau dapat berbagi tawa.... berbagi rahasia.... bertukar pandangan.... berbagi kesuksesan maupun kekecewaan.... dan macam-macam persoalan.... besar maupun kecil. Seorang Sahabat adalah.... Seseorang yang dapat memahami perasaanmu tanpa kau ucapkan, Seseorang yang dekat denganmu dan selalu memaafkanmu, Seseorang yang selalu membesarkan hati, dan tak pernah membuatmu merasa kecil. Sahabat adalah Seseorang yang membuatmu merasa bahwa dunia ini indah. Dan Kau adalah Sahabatku...
  • Apa yang kita alami demi teman kadang-kadang melelahkan dan menjengkelkan, tetapi itulah yang membuat persahabatanmempunyai nilai yang indah.
  • Persahabatan sering menyuguhkan beberapa cobaan, tetapi persahabatan sejati bisa mengatasi cobaan itu bahkan bertumbuh bersama karenanya…
  • Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapi membutuhkan proses yang panjang seperti besi menajamkanbesi, demikianlah sahabat menajamkan sahabatnya. Persahabatan diwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka, dihibur-disakiti, diperhatikan-dikecewakan, didengar-diabaikan, dibantu-ditolak, namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukandengan tujuan kebencian.
  • Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahan untuk menghindari perselisihan, justru karena kasihnya ia memberanikan diri menegur apa adanya.
  • Sahabat tidak pernah membungkus pukulan dengan ciuman,tetapi menyatakan apa yang amat menyakitkan dengan tujuan sahabatnya mau berubah.
  • Proses dari teman menjadi sahabat membutuhkan usaha pemeliharaan dari kesetiaan, tetapi bukan pada saat kita membutuhkan bantuan barulah kita memiliki motivasi mencari perhatian, pertolongan dan pernyataaan kasih dari orang lain, tetapi justru ia beriinisiatif memberikan dan mewujudkan apa yang dibutuhkan oleh sahabatnya.
  • Kerinduannya adalah menjadi bagian dari kehidupan sahabatnya, karena tidak ada persahabatan yang diawali dengan sikap egoistis. Semua orang pasti membutuhkan sahabat sejati, namun tidak semua orang berhasil mendapatkannya. Banyak pula orang yang telah menikmati indahnya persahabatan, namunada juga yang begitu hancur karena dikhianati sahabatnya.
  • Renungkan :
Mempunyai satu sahabat sejati lebih berharga dari seribu teman yang mementingkan diri sendiri“Dalam masa kejayaan, teman2 mengenal kita. Dalam kesengsaraan, kita mengenal teman2 kita”
Sumber ;np4rt.co.cc

Saturday, June 13, 2009

Kata-kata Motivasi Mario Teguh

  1. Kita menilai diri dari apa yang kita pikir bisa kita lakukan, padahal orang lain menilai kita dari apa yang sudah kita lakukan. Untuk itu apabila anda berpikir bisa, segeralah lakukan.
  2. Bukan pertumbuhan yang lambat yang harus anda takuti. Akan tetapi anda harus lebih takut untuk tidak tumbuh sama sekali. Maka tumbuhkanlah diri anda dengan kecepatan apapun itu.
  3. Jika anda sedang benar, jangan terlalu berani dan bila anda sedang takut, jangan terlalu takut. Karena keseimbangan sikap adalah penentu ketepatan perjalanan kesuksesan anda
  4. Tugas kita bukanlah untuk berhasil. Tugas kita adalah untuk mencoba, karena didalam mencoba itulah kita menemukan dan belajar membangun kesempatan untuk berhasil
  5. Anda hanya dekat dengan mereka yang anda sukai. Dan seringkali anda menghindari orang yang tidak tidak anda sukai, padahal dari dialah Anda akan mengenal sudut pandang yang baru
  6. Orang-orang yang berhenti belajar akan menjadi pemilik masa lalu. Orang-orang yang masih terus belajar, akan menjadi pemilik masa depan
  7. Anda tidak akan berhasil menjadi pribadi baru bila anda berkeras untuk mempertahankan cara-cara lama anda. Anda akan disebut baru, hanya bila cara-cara anda baru
  8. Orang lanjut usia yang berorientasi pada kesempatan adalah orang muda yang tidak pernah menua ; tetapi pemuda yang berorientasi pada keamanan, telah menua sejak muda
  9. Bila anda belum menemukan pekerjaan yang sesuai dengan bakat anda, bakatilah apapun pekerjaan anda sekarang. Anda akan tampil secemerlang yang berbakat
  10. Kita lebih menghormati orang miskin yang berani daripada orang kaya yang penakut. Karena sebetulnya telah jelas perbedaan kualitas masa depan yang akan mereka capai
  11. Jika kita hanya mengerjakan yang sudah kita ketahui, kapankah kita akan mendapat pengetahuan yang baru ? Melakukan yang belum kita ketahui adalah pintu menuju pengetahuan
  12. Jangan hanya menghindari yang tidak mungkin. Dengan mencoba sesuatu yang tidak mungkin,anda akan bisa mencapai yang terbaik dari yang mungkin anda capai.
  13. Salah satu pengkerdilan terkejam dalam hidup adalah membiarkan pikiran yang cemerlang menjadi budak bagi tubuh yang malas, yang mendahulukan istirahat sebelum lelah.
  14. Bila anda mencari uang, anda akan dipaksa mengupayakan pelayanan yang terbaik. Tetapi jika anda mengutamakan pelayanan yang baik, maka andalah yang akan dicari uang

Semoga bermanfaat..!!!!

Sumber ; http://alhakim.wordpress.com/2009/05/27/kumpulan-motivasi-mario-teguh/

Wednesday, December 31, 2008

Menuju Perubahan

Masyarakat adalah dinamis dan berubah dari waktu ke waktu. Sejarah merupakan saksi bagi banyak perubahan masyarakat di dunia ini. Negara-negera Eropa berubah dari negara teokrasi ke negara-bangsa yang sekuler. Rusia berubah dari sistem feodal ke sistem komunis, dari komunis berubah menuju kapitalis. Perubahan di Turki dari sebuah negara Islam (Khilafah Islam) menjadi negara republik-sekuler. Ada beberapa hal yang sama dari beberapa perubahan tersebut. Antara lain, perubahan diatas bersifat revolusioner. Dalam pengertian terjadi perombakan yang mendasar dan menyeluruh dari masyarakat tersebut yang tercermin dalam dasar ideologi negara dan bentuk negara. Perubahan diatas juga, bukanlah perubahan yang sifatnya individual. Dalam pengertian bahwa perubahan itu tidaklah terjadi lewat perubahan dari individu ke individu, sehingga berubahnya individu-individu dalam masyarakat tersebut menyebabkan secara otomatis terjadi perubahan masyarakat. Perubahan Rusia menjadi negara komunis, bukanlah diawali dari perubahan individu-individu masyarakat Rusia. Namun diawali oleh adanya ide komunis yang dianut oleh sekelompok orang (group of people) yang mengambil alih negara dan merubah masyarakatnya (secara paksa) agar sejalan dan mengikuti ide mereka (komunis). Ketika revolusi Bolsheviks mengambil alih kekuasaan tersebut, kelompok tersebut bukanlah mayoritas dan bukan pula mencerminkan pandangan mayoritas (mayority view). Demikian pula perubahan dari komunis ke kapitalis bukanlah berasal dari bawah (buttom up), tapi lebih bersifat dari atas (top dawn) dengan perestroika dan glasnot-nya. Mirip dengan itu, Eropa tidak berubah dari masa kegelapan (the dark age) ke masa pencerahan dengan perubahan dari individu ke individu. Namun perubahan diawali dari munculnya sekelompok orang pemikir dan philosof yang tercerahkan. Mereka melakukan pertarungan pemikiran , mengkritik para bangsawan dan pendeta. Mereka juga secara instens menyadarkan masyarakat tentang kerusakan sistem teokrasi. Sampai kemudian pengaruh mereka berhasil menghantarkan mereka pada kekuasaan. Pertarungan pemikiran dan pengaruh tersebut terjadi terus menerus , sampai kemudian terjadi ‘gerakan massa’, seperti yang terjadi pada revolusi Perancis. Daulah Khilafah (Turki) berubah menjadi negara sekuler, bukanlah karena kelompok Turki Muda (Young Turk) merubah tiap-tiap individu rakyat. Turki Muda dibawah pimpinan at Tartuk, menguasai Turki setelah didukung oleh kekuatan imperialis Inggris. Dengan cara itu kemudian mereka merombak bentuk negara dan hukum yang berlaku. Masyarakat kemudian dipaksa untuk menerima itu. Demikian juga perubahan masyarakat yang terjadi di jazirah Arabia yang dipimpin oleh Rosulullah SAW. Muhammad SAW dibawah perintah wahyu, merubah masyarakat kesukuan (tribal society) menjadi masyarakat Islam. Dan kemudian menjadi kekuatan global dunia yang sangat dahsyat. 1. Perubahan parsial/personal atau perubahan menyeluruh menyeluruh? Melihat persoalan yang dihadapi oleh Rosulullah merupakan problem sosial, maka sangatlah beralasan kalau perubahan yang dilakukan oleh Rosulullah juga adalah perubahan sosial yang mendasar dan menyeluruh bukan individual dan parsial. Lewat bimbingan wahyu Rosulullah melakukan perubahan secara menyeluruh dan mendasar (inqilabiyah) bukan individual dan parsial. Rosulullah juga bukan merubah individu masyarakat satu persatu, atau menunggu individu masyarakat Mekkah berubah dulu semua. Berdasarkan apa yang dilakukan oleh Rosullah, pandangan perubahan gradual dari individu, keluarga, masyarakat kemudian negara tidak terbukti sama sekali. Rosulullah mengawali perubahan masyarakat dengan merubah keyakinan mendasar mereka (aqidah). Aqidah Islam ini kemudia menjadi dasar dari perubahan individu maupun masyarakat (spritual maupun politis). Rosulullah juga melakukan perubahan nilai-nilai dan hukum yang berlaku di Masyarakat secara menyeluruh. Perkara penting lain yang dilakukan oleh Rosulullah adalah merubah struktur pemerintahan pada waktu itu, menjadi pemerintahan dan bentuk negara yang didasarkan pada Islam. Perubahan ini sangat penting karena negara dan pemerintahan adalah penguasa yang akan menerapkan seluruh hukum dan menjaga nilai-nilai yang berkembang di tengah masyarakat secara menyeluruh. 2. Aksi reformasi individual atau kolektif? Perubahan yang menyeluruh tentunya menuntut aksi pemecahan yang menyeluruh juga, tidak bisa secara individual atau parsial. Melihat perubahan yang harus dilakukan oleh Rosulullah adalah perubahan yang menyeluruh, aksi yang dilakukan juga tentunya bukanlah aksi individual. Dalam pengertian Rosullah bukanlah menunggu perubahan individu seluruh masyarakat terlebih dahulu. Tidak ditemukan bukti sama sekali bahwa Rosululah melakukan perubahan dari satu individu ke individu yang lain, sampai seluruh masyarakat Makkah pada waktu itu menjadi muslim. Ketika Rosululah mendapat tanggung jawab untuk menyebarluaskan Islam, saat itu Rosulullah saw mengumpulkan orang-orang disekitarnya yang mengimani misi kenabian yang dibawanya. Rosulullah SAW mengajak masyarakat tanpa menunggu terlebih dahulu seluruh keluarganya atau sanak saudaranya untuk mengimani misi kerosullannya terlebih dahulu. Rosul misalnya tidak menunggu pamannya Abu Thalib masuk Islam dulu, baru kemudian dakwah ke luar keluarga. Rosulullah saw ketika memulai dakwahnya di Mekkah, namun tidak menunggu seluruh individu masyarakat Mekkah mengimaninya. Rosul juga mengajak orang-orang di luar Makkah untuk mengimani risalahnya, seperti pemuka-pemuka Madinah atau Thaif. Bahkan ketika Rosulullah menegakkah negara Islam di Madinah, tidak semua penduduk Madinah beragama Islam. Pada waktu itu Madinah dihuni oleh tiga kelompok besar. Pertama, kelompok muslim dari kalangan Muhajiran dan Anshor. Jumlah mereka mendominasi penduduk Madinah. Kedua, kelompok musrik yang terdiri dari Bani Aus dan Khajraj yang belum memeluk agama Islam. Ketiga, kelompok Yahudi yang terbagi dalam empat golongan. Satu bermukim dipusat kota Madinah(Bani Qainuqa), dan tiga golongan lainnya bermukim di pinggiran kota Madinah (Bani Nadhir, Khaibar dan Quraizhah). Dengan demikian tidak ada bukti untuk mengatakan bahwa Rosulullah SAW merubah masyarakat dengan perubahan dari individu ke individu. 3.Kelompok ritual-sosial atau kelompok ideologis-politik? Setiap perubahan pastilah memerlukan agen perubahan (chance agency). Perubahan yang bersifat menyeluruh mulai dari akar, landasan masyarakat dan pemerintahan, nilai-nilai dan sistem hukum, sampai instutusi negara dan pemerintahan, tentunya membutuhkan agen perubahan yang bersifat ideologis-politik. Agen ini bersifat ideologi karena dia melakukan perombakan terhadap seluruh tatanan nilai sampai aturan yang praktis di sebuah masyarakat. Bersifat politik karena perubahan ini dalam konteks perubahan pengaturan masyarakat secara menyeluruh yang membutuhkan kekuasaan oleh satu institusi negara. Karena itu dalam sejarah perubahan yang terjadi di Eropa dari teokrasi ke sekuler, di Rusia dari feodal ke komunis dilakukan oleh agen-agen perubahan yang bersifat ideologis-politis. Bukan kelompok-kelompok ritual- sosial. Demikian pula yang dilakukan oleh Rosullah bersama sahabat-sahabatnya. Kelompok Rosulullah adalah kelompok yang bersifat ideologis-politik sehingga bisa disebut sebagai partai politik. Hal ini karena Rosulullah melakukan perubahan yang menyeluruh dan mendasar dari pandangan hidup, nilai-nilai masyarakat, aturan masyarakat, sampai institusi-institusi politik maupun sosial di masyarakat pada waktu itu. Dalam ilmu sosiologi apa yang dilakukan oleh Rosulullah ini sering disebut revolusi Jadi, merubah masyarakat tidak bisa dengan hanya mengubah individunya. Karena masyarakat bukanlah sekedar kumpulan individu. Masyarakat terdiri dari individu-individu yang diikat bersama oleh pemikiran umum tertentu yang ditegakkan dan disebarluaskan oleh negara. Rosullah tidak melakukan perubahan dari individu ke individu, atau menunggu seluruh individu berubah terlebih dahulu, tapi Rosulullah melakukan perubahan pemikiran dan perasaan di tengah masyarakat yang kemudian ditegakkan dan dipelihara dengan kekuasaannya sebagai kepala negara.

Apakah Anda Memiliki Ciri Wirausaha?

Apakah Anda merasa serbasalah di tempat kerja Anda yang sekarang? Apakah Anda jenuh terhadap suasana kerja saat ini? Jangan jadikan alasan-alasan ini untuk memulai usaha sendiri. Justru sebuah usaha sendiri haruslah dimulai dari rasa positif terhadap apa yang sedang Anda tekuni. Apalagi yang perlu Anda ketahui tentang ciri-ciri seorang wirausaha? Siapa tahu Anda memiliki ciri-ciri tersebut? Simak yang berikut. Ciri-ciri Umum Mereka yang memiliki jiwa wirausaha umumnya memiliki beberapa ciri berikut yang menonjol: Keberanian Mengambil Risiko Ciri utama yang paling menonjol adalah keberanian mengambil risiko untuk memulai usaha sendiri. Tanpa keberanian ini, tak akan ada usaha yang bisa terbentuk. Namun, tentu saja keberanian ini bukanlah keberanian yang membabi buta, melainkan keberanian yang disertai dengan perhitungan yang matang sebelum sebuah keputusan yang mengandung risiko diambil. Contoh tindakan berani yang mereka ambil antara lain adalah keberanian meninggalkan kampung halaman, atau pekerjaan lama mereka yang sudah memberikan banyak kenyamanan untuk mengejar kesempatan yang lebih besar untuk maju. Misalnya, Jennifer Lopez meninggalkan kampung halamannya untuk melintasi negeri dari satu sisi ke sisi lain untuk mengejar kesempatan sukses di dunia hiburan. Ia pun meninggalkan pendidikan tinggi di bidang hukum untuk beralih ke pendidikan di dunia hiburan. Optimistis Ciri utama kedua yang dimiliki seseorang dengan jiwa wirausaha adalah sikap optimis. Walaupun sukses belum terlihat tetapi mereka optimistis bahwa sukses dapat mereka raih dengan ketekunan dan kerja keras. Optimisme ini jugalah yang membuat mereka mampu bertahan dalam menghadapi berbagai kegagalan ataupun hambatan dalam jalan mereka menuju sukses. Penyanyi Sheryl Crow pernah mengalami berbagai kegagalan dalam meluncurkan albumnya. Namun, ia tetap optimistis bahwa materi lagu dan tim musiknya memiliki kualitas unggul, sehingga ia mau belajar dari kesalahan untuk memperbaikinya dan melaju meraih sukses. Akhirnya, album-album berikutnya pun berhasil sukses di pasar dan mendapat beberapa Grammy, yaitu penghargaan tertinggi di dunia musik. Budaya Unggul Ciri lain yang menonjol dari seorang wirausaha adalah budaya unggul. Mereka yang memiliki jiwa wirausaha dan berpotensi untuk sukses adalah mereka yang memiliki budaya unggul. Mereka selalu berusaha untuk mempersembahkan yang terbaik untuk orang lain di sekitar mereka. Mereka belum puas berusaha, jika yang terbaik yang bisa mereka persembahkan belum terpenuhi. Budaya unggul ini jugalah yang membuat mereka selalu berinisiatif mencari hal-hal baru dengan kualitas yang lebih baik, fitur yang lebih bermanfaat, ataupun keuntungan yang lebih menambah nilai. Contoh dari budaya unggul bisa kita pelajari dari Steve Wozniak, pendiri Apple Computer, yang selalu berorientasi pada kualitas prima dari pekerjaan yang ia tekuni. “Forward-thinking” Seorang wirausaha senantiasa berpikir maju. Mereka bahkan mampu “menciptakan” masa depan di pikiran mereka terlebih dahulu dengan sangat jelas dan terperinci, sehingga lebih mudah bagi mereka untuk menerapkannya ataupun menjelaskan kepada tim mereka bagaimana meraihnya. Kemampuan ini mendorong mereka untuk menelurkan inovasi-inovasi baru yang lebih maju dari orang-orang lain di sekitar mereka. Misalnya Bill Gates pada saat memulai kerajaan bisnisnya “melihat masa depan” di mana komputer yang waktu itu masih sangat mahal, untuk masuk ke rumah tangga menjadi salah satu peranti elektronik yang merupakan bagian kehidupan sehari-hari, seperti halnya televisi dan radio. Ternyata ia pun berhasil merealisasikan “masa depan” yang ada dipikirannya ke dunia nyata, sehingga saat ini komputer bisa kita nikmati sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Semangat Berikutnya, wirausaha adalah seseorang yang memiliki semangat juang yang tinggi. Mereka pantang menyerah pada masalah, pantang mundur pada kesulitan, dan pantang putus asa pada hambatan yang mengadang usaha mereka. Jika mereka tidak bisa menembus “badai” masalah, mereka akan terus maju dengan mencari jalan memutar atau jalan alternatif. Semangat ini juga mendorong mereka untuk bertekun sampai tujuan yang mereka tetapkan tercapai. Integritas Satu lagi ciri utama seorang wirausahawan adalah integritas. Sikap inilah yang membuat mereka dipercaya banyak orang, sehingga bisnis yang mereka jalani dapat terus bertahan. Orang lain percaya bahwa apa yang mereka tawarkan adalah untuk kepentingan target konsumen atau mereka yang menjadi target layanan sang wirausaha. Dengan demikian lebih mudah bagi para wirausaha dengan integritas untuk menjalin kerja sama dengan banyak orang dan untuk memenangkan hati para target konsumen sehingga pelanggan menjadi lebih loyal. Sadar Waktu dan Sarana Selanjutnya, usahawan umumnya memiliki kesadaraan akan pemanfaatan waktu dan sarana yang tinggi. Mereka sadar bahwa waktu perlu dikelola dengan baik karena waktu yang terbuang tak akan pernah kembali. Mereka juga sadar bahwa sarana perlu dimanfaatkan dengan optimal dengan cara seefisien mungkin, karena sarana terbatas, dan pemanfaatan sarana bisa merupakan faktor penting dalam penghematan biaya operasional. Dengan demikian, mereka sangat efisien dan efektif dalam memanfaatkan kedua hal tersebut. Strategi Utama Memiliki kualitas seorang wirausahawan saja belumlah cukup, untuk sukses diperlukan juga strategi. Jika kita amati dengan sasama, para wirausaha yang telah sukses dalam waktu panjang, pasti menerapkan beberapa startegi berikut. Mimpi Tak ada seorang wirausaha pun yang tidak memiliki mimpi. Justru untuk sebagian besar wirausaha sukses, mimpi inilah yang memicu mereka untuk mengambil risiko meninggalkan segala kenyamanan yang bisa mereka dapatkan untuk memulai usaha baru. Mimpi inilah yang menjadi batu acuan untuk tiap keputusan yang mereka ambil dan tiap tindakan yang mereka lakukan. Mimpi ini sangat “nyata” dan “rinci” sehingga mereka termotivasi untuk mewujudkannya. Perencanaan Untuk mewujudkan mimpinya, seorang wirausaha melakukan perencanaan yang diperlukan. Perencanaan ini membuat mereka lebih berani dalam mengambil risiko, karena dalam perencanaan berbagai skenario kemungkinan yang terjadi telah diperhitungkan, demikian pula dengan langkah yang harus diambil dalam tiap skenario yang menjadi kenyataan. Perencanaan juga melibatkan faktor pengelolaan waktu, penggalangan dukungan banyak orang di sekitar mereka, dan pemanfaatan sarana yang optimal. Pembiayaan Faktor yang selalu menjadi salah satu perhatian para pengusaha adalah pembiayaan. Mereka memperhitungkan faktor pembiayaan dengan saksama. Jika mereka belum memiliki jumlah yang dibutuhkan, mereka akan mencari strategi untuk mendapatkan jumlah yang diperlukan tersebut, misalnya dengan strategi kolaborasi, dari sumber perbankan, dengan memanfaatkan modal investasi orang lain, ataupun pinjaman yang selunak-lunaknya (misalnya dari keluarga atau teman). Mereka juga memasukkan faktor waktu dalam memperhitungkan pembiayaan dengan bijak. Lokasi Strategi berikutnya yang sepertinya sederhana, namun sangat menentukan kesuksesan sebuah usaha adalah strategi penentuan lokasi. Hampir semua pakar wirausaha pasti memasukkan faktor penentuan lokasi sebagai faktor penting yang perlu diperhitungkan dengan masak sebelum sebuah usaha dimulai. Misalnya, untuk sebuah pendidikan nonformal, faktor lokasi yang berada dekat sekolah, perumahan atau pusat bisnis (juga menargetkan pegawai kantoran) akan sangat berpotensi memberikan sukses bagi usaha pendidikan tersebut. Bagaiman dengan Anda? Apakah Anda juga memiliki ciri-ciri dan kemampuan seorang wirausaha? Jika ya, mungkin sudah saatnya bagi Anda untuk mulai memikirkan membangun usaha sendiri. Selamat mencoba.